Minggu, 19 Mei 2013

AVES ELANG BONDOL



Dalam bahasa ilmiah dikenal dengan nama Haliastur indus, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut Brahminy Kite atau Red-backed Sea-eagle.


Kerajaan              :Animalia
Filum                     :Chordata
Kelas                     :Aves
Ordo                      :Falconiformes(atau Accipitridae q.v.)
Famili                    :Accipitridae
Genus                   :Haliastur
Spesies                 :Haliastur indus

Morfologi Elang Bondol                 :
Burung Elang Bondol (Haliastur Indus) berukuran sedang 45 cm, berwarna putih dan coklat pirang. Dewasa : kepala, leher, dan dada putih; sayap, punggung, ekor dan perut coklat terang, terlihat kontras dengan bulu primer yang hitam. Seluruh tubuh kecoklatan dengan goresan pada dada. Warna berubah menjadi putih keabu-abuan pada tahun kedua, dan mencapai bulu dewasa sepenuhnya pada tahun ketiga. Perbedaan antara burung muda dengan elang paria pada ujung ekor membulat dan bukannya menggarpu iris coklat, paruh dan sera abu-abu kehijauan, tungkai dan kaki kuning suram. Untuk paruh elang bondol termasuk kedalam  pemakan daging, karena cirri paruh tersebut paruhnya tajam, kuat, runcing dan agak membengkok untuk mengoyak makanan yang berupa daging.




Sistem Pencernaan
                Sistem pencernaan burung cendrawasih sama dengan burung yang lain. Makanan masuk kedalam rongga mulut melalui paruhnya kemudian didorong lidah menuju kerongkongan. Pada burung tidak ditemukan adanya gigi.  Di kerongkongan, makanan ini menuju tembolok dimana tembolok adalah tempat untuk menyimpan cadangan makanan. Selanjutnya menuju ke lambung Lalu makanan menuju ke empedal. Di empedal terjadi pencernaan makanan secara mekanik. Selanjutnya makanan menuju ke usus halus. Usus halus terdiri dari usus duabelas jari, usus kosong dan usus penyerapan. Dari usus halus, makanan kemudian menuju usus besar. Dan berakhir ke kloaka.
Mulut-kerongkongan-tembolok-lambung-empedal-usus halus-usus besar-kloaka


Sistem pernafasan

                Burung ini sistem pernafasannya sama dengan seperti burung pada umumnya.
Lubang hidung-trakea-siring-paru-paru
 Burung elang bondol memiliki pundi-pundi udara yang dapat membantu bernafas saat dia terbang. Pada burung, pertukaran gas terjadi di paru-paru pada bagian alveolus.
 Mekaisme pernafasan burung saat diam (tidak terbang) berawal dari hidung, kemudian udara mengalir lewat bronkuske pundi pundi udara. Proses inspirasi meliputi pengambilan udara dimulai dari adanya pergerakan tulang rusuk kearah depan bawah, kemudian rongga dada membesar tetapi tekanan udara kecil, diikuti paru-paru mengembang dan tekanan didalam rongga paru-paru mengecil, selanjutnya udara masuk. Proses ekspirasi meliputi tulang rusuk kembali keposisi semula, rongga dada mengecil, tekanan rongga dada membesar, selanjutnya udara keluar.
Mekanisme pernafasan burung saat terbang tidak menggunakan paru-paru tetapi kantong udara. Saat burung terbang mengangkat sayapnya maka mengakibatkan kantong udara antar tulang korakoid terjepit . udara massuk ke kantong udara yang berada dibawah ketiak, itu terjadi proses masuknya udara. kemudian proses ekspirasi terjadi saat burung menurunkan sayapnya. 

Sistem Gerak
                Burung juga memiliki rangka dalam. Burung terbang dengan cara mengepakkan sayap. Gerakan sayap dapat dikendalikan oleh otot-otot terbang yang sangat kuat. Otot-otot tersebut melekat pada tulang dada. Burung memiliki dua otot terbang, ketika salah satu otot menarik ke bawah otot yang lain menarik sayap ke atas. Bulu burung (selain berfungsi untuk terbang, bulu-bulu pada burung juga berfungsi untuk menahan panas sehingga tubuh burung dapat menjaga panas tubuhnya. Otot bekerja lebih efisien dalam keadaan hangat. Teknik terbang (Burung terbang dengan mengepakkan sayap, yaitu mengepakkan saya dari atas ke bawah untuk menimbulkan gerakan yang mengangkat dan mendorong tubuhnya di udara. Gerakan mendorong dan mengangkatkan sayap, memerlukan kekuatan yang paling besar. Sementara pada saat mengangkat sayap, memerlukan kekuatan yang lebih kecil. Pada saat mengangkat sayap, burung menempatkan posisi sayapnya ke semula, untuk memulai gerakan gerakan mendorong dan mengangkat tubuh kembali

Sistem ekskresi
                Alat pengeluaran pada burung terdiri atas sepasang ginjal metanefros. Ginjal dihubungkan oleh ureter ke kloaka karena burung tidka memiliki vesica fellea. Mekanismenya yaitu air dalam tubuh disimpan melalui reabsorpsi di tubulus. Di dalam kloaka juga terjadi reabsorpsi air yang menambah jumlah air dalam tubuh. Sampah nitrogen untuk selanjutnya dibuang sebagai asam urat yang dikeluarkan lewat kloaka sebagai Kristal putih yang bercampur dengan feses.

Sistem sirkulasi

Jantung pada burung terdiri atas empat ruang yaitu dua serambi dan dua billik. Mekanisme sirkulasinya adalag darah vena dari seluruh tubuh akan mengalir ke bilik kanan kemudian ke serambi kanan. Dari serambi kanan darah dipompa menuju paru-paru melalui arteri pulmonalis. Dari paru-paru darah menuju ke bilik kiri melalui vena pulmonalis. Dari bilik kiri darah akan mengalir ke serambi kiri untuk dipompa melalui aorta menuju ke bagian-bagian tubuh.  Darah dari kapiler jaringan tubuh akan dialirkan lagi ke bilik kanan janutng.

Sistem koordinasi
                Semua kegiatan saraf pada burung diatur oleh susunan saraf pusat. Susunan saraf otak terdiri dari otak dan sumsum belakang. Otak pada burung juga terbagi menjadi empat bagian yaitu otak besar, otak tengah, otak kecil dan sumsum lanjutan. Otak besar pada burung berbeda dengan manusia. Pada burung, otak besarnya tidak berlipat-lipat, sehingga jumlah neuron pada burung berkembang dengan membentuk dua gelembung. Perkembangan seperti ini berhubungan dengan fungsi penglihatannya. Otak kecil pada burung mempunyai lipatan-lipatan yang memperluas permukaan sehingga dapat menampung sejumlah neuron yang cukup banyak. Perkembangan otak kecil berguna bagi pengaturan keseimbangan burung saat terbang.


Sistem reproduksi
                Burung merupakan hewan ovipar. Burung tidak memiliki alat kelamin luar, sehingga fertilisasinya terjadi didalam tubuh.  Pada jantan, testis berjumlah sepasang, berbentuk oval atau bulat, terletak disebelah ventral lobus penis bagian paling kranial. Saat musim kawin, ukurannya membesar. Disini spermatozoa disimpan. Pada betina, ovarium yang berkembang hanya yang kiri dan terletak di dorsal rongga abdomen. 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar