Dalam
bahasa ilmiah dikenal dengan nama Haliastur indus,
sedangkan dalam bahasa Inggris disebut Brahminy Kite atau Red-backed Sea-eagle.
Kerajaan :Animalia
Filum :Chordata
Kelas :Aves
Ordo :Falconiformes(atau
Accipitridae q.v.)
Famili :Accipitridae
Genus :Haliastur
Spesies :Haliastur indus
Morfologi Elang Bondol :
Burung Elang Bondol (Haliastur Indus) berukuran sedang 45
cm, berwarna putih dan coklat pirang. Dewasa : kepala, leher, dan dada putih;
sayap, punggung, ekor dan perut coklat terang, terlihat kontras dengan bulu primer
yang hitam. Seluruh tubuh kecoklatan dengan goresan pada dada. Warna berubah
menjadi putih keabu-abuan pada tahun kedua, dan mencapai bulu dewasa sepenuhnya
pada tahun ketiga. Perbedaan antara burung muda dengan elang paria pada ujung
ekor membulat dan bukannya menggarpu iris coklat, paruh dan sera abu-abu
kehijauan, tungkai dan kaki kuning suram. Untuk paruh elang bondol termasuk
kedalam pemakan daging, karena cirri paruh
tersebut paruhnya tajam, kuat, runcing dan agak membengkok untuk mengoyak
makanan yang berupa daging.
Sistem Pencernaan
Sistem
pencernaan burung cendrawasih sama dengan burung yang lain. Makanan masuk kedalam
rongga mulut melalui paruhnya kemudian didorong lidah menuju kerongkongan. Pada
burung tidak ditemukan adanya gigi. Di
kerongkongan, makanan ini menuju tembolok dimana tembolok adalah tempat untuk
menyimpan cadangan makanan. Selanjutnya menuju ke lambung Lalu makanan menuju
ke empedal. Di empedal terjadi pencernaan makanan secara mekanik. Selanjutnya
makanan menuju ke usus halus. Usus halus terdiri dari usus duabelas jari, usus
kosong dan usus penyerapan. Dari usus halus, makanan kemudian menuju usus
besar. Dan berakhir ke kloaka.
Mulut-kerongkongan-tembolok-lambung-empedal-usus
halus-usus besar-kloaka
Sistem pernafasan
Burung
ini sistem pernafasannya sama dengan seperti burung pada umumnya.
Lubang hidung-trakea-siring-paru-paru
Burung elang bondol memiliki pundi-pundi udara
yang dapat membantu bernafas saat dia terbang. Pada burung, pertukaran gas
terjadi di paru-paru pada bagian alveolus.
Mekaisme pernafasan burung saat diam (tidak
terbang) berawal dari hidung, kemudian udara mengalir lewat bronkuske pundi
pundi udara. Proses inspirasi meliputi pengambilan udara dimulai dari adanya
pergerakan tulang rusuk kearah depan bawah, kemudian rongga dada membesar
tetapi tekanan udara kecil, diikuti paru-paru mengembang dan tekanan didalam
rongga paru-paru mengecil, selanjutnya udara masuk. Proses ekspirasi meliputi
tulang rusuk kembali keposisi semula, rongga dada mengecil, tekanan rongga dada
membesar, selanjutnya udara keluar.
Mekanisme
pernafasan burung saat terbang tidak menggunakan paru-paru tetapi kantong
udara. Saat burung terbang mengangkat sayapnya maka mengakibatkan kantong udara
antar tulang korakoid terjepit . udara massuk ke kantong udara yang berada
dibawah ketiak, itu terjadi proses masuknya udara. kemudian proses ekspirasi
terjadi saat burung menurunkan sayapnya.
Sistem Gerak
Burung
juga memiliki rangka dalam. Burung terbang dengan cara mengepakkan sayap.
Gerakan sayap dapat dikendalikan oleh otot-otot terbang yang sangat kuat.
Otot-otot tersebut melekat pada tulang dada. Burung memiliki dua otot terbang,
ketika salah satu otot menarik ke bawah otot yang lain menarik sayap ke atas.
Bulu burung (selain berfungsi untuk terbang, bulu-bulu pada burung juga
berfungsi untuk menahan panas sehingga tubuh burung dapat menjaga panas
tubuhnya. Otot bekerja lebih efisien dalam keadaan hangat. Teknik terbang
(Burung terbang dengan mengepakkan sayap, yaitu mengepakkan saya dari atas ke
bawah untuk menimbulkan gerakan yang mengangkat dan mendorong tubuhnya di
udara. Gerakan mendorong dan mengangkatkan sayap, memerlukan kekuatan yang
paling besar. Sementara pada saat mengangkat sayap, memerlukan kekuatan yang
lebih kecil. Pada saat mengangkat sayap, burung menempatkan posisi sayapnya ke
semula, untuk memulai gerakan gerakan mendorong dan mengangkat tubuh kembali
Sistem ekskresi
Alat
pengeluaran pada burung terdiri atas sepasang ginjal metanefros. Ginjal
dihubungkan oleh ureter ke kloaka karena burung tidka memiliki vesica fellea.
Mekanismenya yaitu air dalam tubuh disimpan melalui reabsorpsi di tubulus. Di
dalam kloaka juga terjadi reabsorpsi air yang menambah jumlah air dalam tubuh.
Sampah nitrogen untuk selanjutnya dibuang sebagai asam urat yang dikeluarkan
lewat kloaka sebagai Kristal putih yang bercampur dengan feses.
Sistem sirkulasi
Jantung pada burung
terdiri atas empat ruang yaitu dua serambi dan dua billik. Mekanisme
sirkulasinya adalag darah vena dari seluruh tubuh akan mengalir ke bilik kanan kemudian
ke serambi kanan. Dari serambi kanan darah dipompa menuju paru-paru melalui
arteri pulmonalis. Dari paru-paru darah menuju ke bilik kiri melalui vena
pulmonalis. Dari bilik kiri darah akan mengalir ke serambi kiri untuk dipompa
melalui aorta menuju ke bagian-bagian tubuh.
Darah dari kapiler jaringan tubuh akan dialirkan lagi ke bilik kanan
janutng.
Sistem koordinasi
Semua
kegiatan saraf pada burung diatur oleh susunan saraf pusat. Susunan saraf otak
terdiri dari otak dan sumsum belakang. Otak pada burung juga terbagi menjadi
empat bagian yaitu otak besar, otak tengah, otak kecil dan sumsum lanjutan.
Otak besar pada burung berbeda dengan manusia. Pada burung, otak besarnya tidak
berlipat-lipat, sehingga jumlah neuron pada burung berkembang dengan membentuk
dua gelembung. Perkembangan seperti ini berhubungan dengan fungsi
penglihatannya. Otak kecil pada burung mempunyai lipatan-lipatan yang
memperluas permukaan sehingga dapat menampung sejumlah neuron yang cukup
banyak. Perkembangan otak kecil berguna bagi pengaturan keseimbangan burung
saat terbang.
Sistem reproduksi
Burung
merupakan hewan ovipar. Burung tidak memiliki alat kelamin luar, sehingga
fertilisasinya terjadi didalam tubuh. Pada jantan, testis berjumlah sepasang,
berbentuk oval atau bulat, terletak disebelah ventral lobus penis bagian paling
kranial. Saat musim kawin, ukurannya membesar. Disini spermatozoa disimpan.
Pada betina, ovarium yang berkembang hanya yang kiri dan terletak di dorsal
rongga abdomen.

.jpg)

.jpg)
